PALEMBANG (SI) – Dewan Perwakilan Daerah berjanji memperjuangkan terwujudnya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Anggota DPD RI asal Sumsel Hj Percha Leanpuri BBus mengatakan, Kabupaten Muratara dan PALI sudah diusulkan untuk disahkan Presiden bersama 18 daerah Pemekaran lainnya. “Setelah diusulkan dari Presiden untuk pengesahan kabupaten ternyata belum bisa dilakukan. Karena masih ada 9 daerah yang belum lengkap administrasinya. Sehingga persyaratannya harus dilengkapi dahulu,”tandas Percha.
Seperti dijanjikan pemerintah pusat, penjadwalan terbentuknya dua kabupaten baru itu usai pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 20 Oktober mendatang. Putri Bupati OKU Timur H Herman Deru itu menegaskan, untuk PALI dan Murtara tidak mengalami kendala administrasi. Hanya saja masih menunggu pengesahan Presiden melalu Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Untuk itu direncanakan Murtara dan PALI dijadwal selesai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih nanti. Menurut Percha yang membawahi komite I bidang Pemekaran ini, rencana pemekaran untuk menjadi daerah bisa lebih baik.
Sementara Sekda Sumsel Musyrif Suwardi HN menyatakan komitmen dari Pemprov Sumsel untuk mendukung kerja DPD RI dalam menyerap aspirasi rakyat Sumsel.Terbentuknya DPD juga ada tambahan sejumlah pejabat eselon baru dan disiapkan tim ahli.
berli rupit maur
berli zulkanedi (Maur)
Kiriman Paket Naik 10%
Label:
Paket
PALEMBANG (SI) – Selama Ramadan,paket barang yang dikirim melalui kantor pos besar Merdeka mengalami peningkatan sekitar 10%.
Peningkatan tersebut diperkirakan terus terjadi hingga menjelang lebaran nantinya. “Memang sudah mulai terasa peningkatan paket kiriman yang masuk ke kantor pos dan biasa terjadi setiap tahun selama bulan puasa,” ujar Kepala Kantor Pos Besar Merdeka Palembang Gustav Marpaung, di Palembang,kemarin.
Peningkatan tersebut diperkirakan terus terjadi hingga menjelang lebaran nantinya. “Memang sudah mulai terasa peningkatan paket kiriman yang masuk ke kantor pos dan biasa terjadi setiap tahun selama bulan puasa,” ujar Kepala Kantor Pos Besar Merdeka Palembang Gustav Marpaung, di Palembang,kemarin.
Wakil Kepala Kantor Pos Muklis mengatakan, peningkatan tersebut diakuinya sudah terjadi sejak sebelum memasuki bulan puasa. Karena tradisi warga yang akan mengirimkan bingkisan untuk keluarga di luar daerah. Saat ini jumlah paket kiriman barang yang masuk ke Kantor Pos Besar masih belum terjadi. Lonjakan sudah mulai terjadi pada paket pengiriman keluar daerah Palembang berkisar 10%.“Biasanya paket yang akan dikirimkan untuk hari normal hanya 300 paket sedangkan sekarang bisa melebihi jumlah tersebut meskipun belum banyak.Karena masih minggu pertama,” katanya. Disebutkannya, tujuan pengiriman paket barang yang dilayani pihaknya masih sama dan belum berbeda.
Perumnas Tawarkan Dua Opsi bagi Warga Rusun
Label:
Rumah susun
PALEMBANG(SI) – Perum Perumnas selaku pengelola rumah susun (Rusun) di Kelurahan 24 Ilir, Palembang, memberikan dua opsi bagi para penghuni rusun. Namun, sebelumnya, pihak Perumnas juga akan membentuk tim untuk melakukan studi di kawasan rusun tersebut.
Adapun kedua opsi tersebut antara lain memberikan kesempatan kepada penghuni rusun untuk mendapatkan rumah landed house di kawasan Talang Kelapa atau memperbaiki (rehab) bangunan rumah susun yang ada saat ini. “Nanti kan ada hitunghitungannya. Kalau warga sana memilih rumah landed house, berapa biaya yang harus ditutupi warga,dihitung dari selisih nilai bangunan rumah susun.
Jadi,rumah susun tetap memiliki nilai,”ujar GM Perum Perumnas Regional II,Pertama Bangun, di Palembang kemarin. Pertama menyatakan,hak guna bangunan (HGB) rusun di 24 Ilir memang akan berakhir pada 2013. Namun, hal itu tidak perlu dipersoalkan karena dapat diperpanjang.
“Kalau soal HGB, tidak soal karena bisa diperpanjang.Yang jelas, sekarang kita akan bentuk tim dulu, karena kita akan melakukan studi untuk menentukan opsi yang tepat,”terangnya. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang selaku penguasa daerah untuk mengetahui rencana yang disusun untuk kawasan Rusun 24 Ilir.
Untuk itu,meskipun akan direhab oleh Perumnas, pembangunannya nanti tetap diselaraskan dengan program Pemkot Palembang. “Yang jelas, tidak ada relokasi warga. Kalaupun akan direhab, kami juga akan melakukan studi, mau direhab seperti apa. Kondisi bangunan sendiri saat ini masih baik.
Hanya, sekarang kondisi rusun sudah berada di tengah kota. Padahal,waktu kami bangun dulu, kawasan rusun itu masih berada di pinggiran kota. Karena itu, perlu pembahasan mendalam dan butuh waktu yang panjang,”paparnya. Mengenai waktu studi yang dilakukan, menurut Pertama, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan, terhitung sejak terbentuknya tim.
“Sekarang kami masih menyusun tim agar segera bergerak,” kata dia seraya menambahkan, mengenai perumahan murah, Perumnas terus konsen untuk mengembangkannya. “Sekarang kami masih mencari lokasi yang pas untuk dikembangkan. Tetapi, kalau lihat pengembangan kota, sepertinya memang masih mengarah ke kawasan Talang Kelapa,”ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mendukung upaya Perumnas mengembangkan kawasan pinggiran, dalam hal ini memberikan pemukiman yang layak huni kepada masyarakat. “Saya sangat mendukung. Sebab, ini memang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan rumah yang nyaman dengan harga terjangkau.Termasuk, untuk kelanjutan dari rumah susun, tentu ada hasil studi yang lebih baik nanti,”katanya.
Adapun kedua opsi tersebut antara lain memberikan kesempatan kepada penghuni rusun untuk mendapatkan rumah landed house di kawasan Talang Kelapa atau memperbaiki (rehab) bangunan rumah susun yang ada saat ini. “Nanti kan ada hitunghitungannya. Kalau warga sana memilih rumah landed house, berapa biaya yang harus ditutupi warga,dihitung dari selisih nilai bangunan rumah susun.
Jadi,rumah susun tetap memiliki nilai,”ujar GM Perum Perumnas Regional II,Pertama Bangun, di Palembang kemarin. Pertama menyatakan,hak guna bangunan (HGB) rusun di 24 Ilir memang akan berakhir pada 2013. Namun, hal itu tidak perlu dipersoalkan karena dapat diperpanjang.
“Kalau soal HGB, tidak soal karena bisa diperpanjang.Yang jelas, sekarang kita akan bentuk tim dulu, karena kita akan melakukan studi untuk menentukan opsi yang tepat,”terangnya. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang selaku penguasa daerah untuk mengetahui rencana yang disusun untuk kawasan Rusun 24 Ilir.
Untuk itu,meskipun akan direhab oleh Perumnas, pembangunannya nanti tetap diselaraskan dengan program Pemkot Palembang. “Yang jelas, tidak ada relokasi warga. Kalaupun akan direhab, kami juga akan melakukan studi, mau direhab seperti apa. Kondisi bangunan sendiri saat ini masih baik.
Hanya, sekarang kondisi rusun sudah berada di tengah kota. Padahal,waktu kami bangun dulu, kawasan rusun itu masih berada di pinggiran kota. Karena itu, perlu pembahasan mendalam dan butuh waktu yang panjang,”paparnya. Mengenai waktu studi yang dilakukan, menurut Pertama, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan, terhitung sejak terbentuknya tim.
“Sekarang kami masih menyusun tim agar segera bergerak,” kata dia seraya menambahkan, mengenai perumahan murah, Perumnas terus konsen untuk mengembangkannya. “Sekarang kami masih mencari lokasi yang pas untuk dikembangkan. Tetapi, kalau lihat pengembangan kota, sepertinya memang masih mengarah ke kawasan Talang Kelapa,”ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mendukung upaya Perumnas mengembangkan kawasan pinggiran, dalam hal ini memberikan pemukiman yang layak huni kepada masyarakat. “Saya sangat mendukung. Sebab, ini memang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan rumah yang nyaman dengan harga terjangkau.Termasuk, untuk kelanjutan dari rumah susun, tentu ada hasil studi yang lebih baik nanti,”katanya.
Realisasi Zakat Profesi PNS Minim
Label:
zakat profesi
PALEMBANG(SI) – Realisasi zakat profesi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saat ini telah mencapai Rp329 juta.Jumlah tersebut dinilai masih cukup rendah, dengan jumlah PNS yang mencapai 17.000 lebih.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Agama bagian Sosial Setda Kota Palembang Al Hidir mengatakan,realisasi zakat profesi PNS jajaran Pemkot Palembang terus mengalami perkembangan yang cukup baik.Untuk bulan Agustus 2009 saja,zakat yang masuk mencapai Rp67 juta.”Realisasinya terus mengalami perkembangan yang cukup baik, saldo saat ini secara keseluruhan mencapai Rp329 juta lebih, dan untuk bulan Agustus saja sebesar Rp67 juta,” ujarnya,di Palembang,kemarin.
Sekretaris Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Palembang ini melanjutkan, zakat profesi tersebut berasal dari seluruh instansi jajaran Pemkot Palembang, BUMN dan BUMD Kota Palembang. Dengan demikian, realisasi yang tercapai saat ini terbilang masih cukup rendah. Pasalnya,dengan jumlah PNS yang mencapai 17.000 lebih, dan BUMN dan BUMD Kota Palembang, maka idealnya realisasi zakat profesi dapat mencapai Rp1 miliar/ tahun.
”Idealnya zakat profesi bisa mencapai Rp1 miliar,kalau semua PNS menyalurkan zakatnya melalui ini.Tapi kan mungkin PNS kita hendak menyalurkan melalui yang lain, tapi ini perkembangan sudah cukup baik,”katanya. Selain itu juga, bagi PNS yang merasa belum mampu mengeluarkan zakat profesi sesuai dengan penghitungannisab.Dapatmenyampaikan surat keterangan dengan menyertakan alasan keberatan tertentu. Seperti kebutuhan pendidikan anak–anak yang masih tinggi.
”Zakat ini sifatnya akhirat, jadi urusannya dengan Allah dan bukan dengan wali kota. Jadi kalau memang merasa belum mampu sampaikan surat. Misalnya, gajinya telah mencapai Rp225.600 atau lebih,tapi beberapa anaknya masih kuliah,kan itu juga tidak dapat dipaksakan,” ungkapnya sembari menyebutkan, kewajiban zakat bagi PNS sesuai dengan SK Wali Kota No 177/ 2009. Dia mengatakan, zakat yang terkumpul akan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan) yang berhak menerima zakat.
Yakni fakir, miskin, amil,mualaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilliah, dan ibnu sabil. ”Dalam waktu dekat bertempat di rumah dinas wali kota pada tanggal 17 September mendatang akan disalurkan, dalam kegiatan sekaligus buka puasa ini akan disalurkan sekitar Rp100 juta,”pungkasnya.
Kepala Bagian (Kabag) Sosial Setda Kota Palembang Marwan Idris berharap kedepannya PNS lingkungan Pemkot memiliki kemampuan dan menyadari untuk membayar zakat.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Agama bagian Sosial Setda Kota Palembang Al Hidir mengatakan,realisasi zakat profesi PNS jajaran Pemkot Palembang terus mengalami perkembangan yang cukup baik.Untuk bulan Agustus 2009 saja,zakat yang masuk mencapai Rp67 juta.”Realisasinya terus mengalami perkembangan yang cukup baik, saldo saat ini secara keseluruhan mencapai Rp329 juta lebih, dan untuk bulan Agustus saja sebesar Rp67 juta,” ujarnya,di Palembang,kemarin.
Sekretaris Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Palembang ini melanjutkan, zakat profesi tersebut berasal dari seluruh instansi jajaran Pemkot Palembang, BUMN dan BUMD Kota Palembang. Dengan demikian, realisasi yang tercapai saat ini terbilang masih cukup rendah. Pasalnya,dengan jumlah PNS yang mencapai 17.000 lebih, dan BUMN dan BUMD Kota Palembang, maka idealnya realisasi zakat profesi dapat mencapai Rp1 miliar/ tahun.
”Idealnya zakat profesi bisa mencapai Rp1 miliar,kalau semua PNS menyalurkan zakatnya melalui ini.Tapi kan mungkin PNS kita hendak menyalurkan melalui yang lain, tapi ini perkembangan sudah cukup baik,”katanya. Selain itu juga, bagi PNS yang merasa belum mampu mengeluarkan zakat profesi sesuai dengan penghitungannisab.Dapatmenyampaikan surat keterangan dengan menyertakan alasan keberatan tertentu. Seperti kebutuhan pendidikan anak–anak yang masih tinggi.
”Zakat ini sifatnya akhirat, jadi urusannya dengan Allah dan bukan dengan wali kota. Jadi kalau memang merasa belum mampu sampaikan surat. Misalnya, gajinya telah mencapai Rp225.600 atau lebih,tapi beberapa anaknya masih kuliah,kan itu juga tidak dapat dipaksakan,” ungkapnya sembari menyebutkan, kewajiban zakat bagi PNS sesuai dengan SK Wali Kota No 177/ 2009. Dia mengatakan, zakat yang terkumpul akan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan) yang berhak menerima zakat.
Yakni fakir, miskin, amil,mualaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilliah, dan ibnu sabil. ”Dalam waktu dekat bertempat di rumah dinas wali kota pada tanggal 17 September mendatang akan disalurkan, dalam kegiatan sekaligus buka puasa ini akan disalurkan sekitar Rp100 juta,”pungkasnya.
Kepala Bagian (Kabag) Sosial Setda Kota Palembang Marwan Idris berharap kedepannya PNS lingkungan Pemkot memiliki kemampuan dan menyadari untuk membayar zakat.
Dewan Tolak Revisi Perda Gedung DPRD
Label:
Gedung DPRD
PALEMBANG (SI) – Panitia Khusus (Pansus) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang menolak revisi kedua Peraturan Daerah (Perda) Tahun Jamak tentang peningkatan dana pembangunan gedung DPRD Kota Palembang.
Selain itu,Pansus mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk dapat menyelesaikan pembangu nan gedung tersebut sebelum akhir tahun ini.“Yang kita tolak merupakan revisi kedua Perda No 7/2007 dan itu dibatalkan.
Sekarang, berdasarkan pembahasan Pansus, (revisi kedua Perda No 7/2007) dijadikan perda yang baru,”kata Sekretaris Pansus II Irmaidi seusai rapat paripurna mengenai laporan akhir Pansus di DPRD Kota Palembang kemarin.
Dalam perda baru tersebut,lanjut Irmaidi, tetap menyebutkan waktu penyelesaian gedung DPRD, yakni paling lambat akhir 2009. “Tidak bisa tidak,harus selesai. Kalau tidak, menyalahi perda. Sekarang progres pembangunan fisik sudah mencapai sekitar 75%, dan itu harus diselesaikan,” tegasnya.
Selain itu,Pansus mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk dapat menyelesaikan pembangu nan gedung tersebut sebelum akhir tahun ini.“Yang kita tolak merupakan revisi kedua Perda No 7/2007 dan itu dibatalkan.
Sekarang, berdasarkan pembahasan Pansus, (revisi kedua Perda No 7/2007) dijadikan perda yang baru,”kata Sekretaris Pansus II Irmaidi seusai rapat paripurna mengenai laporan akhir Pansus di DPRD Kota Palembang kemarin.
Dalam perda baru tersebut,lanjut Irmaidi, tetap menyebutkan waktu penyelesaian gedung DPRD, yakni paling lambat akhir 2009. “Tidak bisa tidak,harus selesai. Kalau tidak, menyalahi perda. Sekarang progres pembangunan fisik sudah mencapai sekitar 75%, dan itu harus diselesaikan,” tegasnya.
Langgan:
Entri (Atom)