berli zulkanedi (Maur)

Evaluasi Lumbung Energi

Berli zulkanedi

GUBERNUR SEGERA EVALUASI PROGRAM LUMBUNG

PALEMBANG  Karena dianggap belum berjalan maksimal dan realisasinya belum memuaskan. Gubernur Prov Sumsel mengisyaratkan segera mengevaluasi program lumbung pangan dan lumbung energi nasional

Gubernur Prov Sumsel Prof dr. Mahyuddin N.Spog.k mengatakan, pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap kedua program tersebut. Evaluasi terutama dilakukan terhadap program lumbung engeri nasional yang dianggap perlu dilakukan evaluasi dan percepatan. “Sebelumnya perna saya sebutkan tiga munggu lagi kita evaluasi (program), dan sekarang berarti minggu depan,”ujarnya di Kampus Unsri Bukit Besar Palembang, kemarin. 

Mahyuddin menilai, program yang dicanangkan sejak tahun 2004 lalu perlu dilakukan eveluasi yang mendalam untuk melihat kendala dan pencapaian yang telah terealisai. Dalam melakukan evaluasi itu maka Gubernur akan memanggil instansi sektor terkait seperti Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi Prov Sumsel, Unsri, Dewan riset daerah, serta Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov Sumsel. “Semua instansi dan sektor terlibat dalam program lumbung ini, tetapi mereka instansi yang terlibat secara langsung,”terangnya.

Menurut Mahyuddin, evaluasi juga dilakukan untuk melihat sejauh mana program yang telah berjalan selama empat tahun itu. “Istilahnya evaluasi akhir jabatan,”urai Mahyuddin.

Karena program yang menuai pro dan kontra tersebut dinilai belum berjalan maksimal dan baru berjalan sekitar 25 hingga 30 persen. Memang lanjutnya, program secara nasional yang dicanangkan Presiden tersebut tidak mungkin dapat terealisasi 100 persen dalam waktu empat tahun. Namun, setidaknya diperlukan evaluasi untuk melihat dan menentukan langka percepatan kedepannya. “Program itu kira – kira baru 30 persen, tetapi terus berjalan. Target kita baru tercapai maksimal pada tahun 2015 mendatang, karena sektor pembanguna sektor eneergi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat,”terangnya.

Secara kasat mata, kata Mahyuddin, dalam percepatan lumbung energi masih banyak yang belum dikerjakan. Seperti pembangunan relway kereta angkutan batubara Tanjung Enim pelabuhan Tanjung Api – Api (TAA) serta pembangunan pelabuhan TAA itu sendiri. “Tetapi semuanya itu prosesnya terus berjalan,”kata Mahyuddin.

Lebih lanjut dijelaskan, langka yang bakal dilakukan dalam upaya percepatan dan perwujudan lumbung enegeri nasional tersebut yaitu penambahan powerplan dan atau pembangkut listri mulut tambang dan pembangunan Pembangkit Listrik tenaga uap lainnya. Hal tersebut dilakukan mengingat deposit batubara di Prov Sumsel sangat besar. “Bersamaan dengan itu juga terus dilakukan upaya perwujudan infrastruktur, seperti Pelabuhan TAA dan relwaynya. Karena dengan saat ini tambang Sumsel hanya dapat diangkut melalui Pelabuhan Lampung, dan angkutan sungai melalui sungai Musi, dan itu terbatas,”terangnya.
Kedepan, Pemprov Sumsel mengupayakan dapat menambah pintu keluar hasil tambang. Sehingga pada saatnya nanti produksi tambang batubara Sumsel diharapkan dapat mencapai 20 juta ton pertahun atau meningkat dari saat ini yang hanya 10 juta pertahun. 

Sebelumnya, Asisten ekonomi keuangan dan Pembangunan Sekda Prov Sumsel Budi Rahardjo mengatakan, sumsel belum maksimal soal energi karena sumsel belum tersedia pembangkit listrik mulut tambang yang dapat diekspor ke pulau jawa, terutama berkaitan soal kelistrikan. “Kita terbentur sarana, makanya direncanakan mulut tambang,”katanya.

Sementara itu, Direktur Riset Unggulan Teknologi Nasional (Rusnas) Faisal DEA mengatakan, potensi pengembangan enerdi di Sumsel sangat besar. Karena, dengan batubara banyak yang dapat dilakukan seperti pembangunan pembangkit mulut tambang, serta rencana pencairan batubara menjadi bahan bakar yang bernama CSO. 

“Hanya saja, semua rencana tersebut tidak dapat terwujud dalam waktu singkat, namun kita terus berupaya. Seperti dengan pengembangan pencairan batubara tersebut, batubara dengan kalori rendah dapat diubah menjadi bahan bakar minyak,”singkat Dosen Fakultas Kimia Unsri tersebut.
(berli zulkanedi)

 

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tanggapi tulisan yang anda baca dan gambar yang anda lihat