berli zulkanedi (Maur)

Visit Musi Yang Penuh Kebohongan

Kebohongan Publik di Tengah Visit Musi 2008

Palembang memiliki beragam produk kerajinan khas, tapi ironisnya,Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang malah mendatangkan suvenir dari luar negeri, yakni China.

Tidak tanggung-tanggung, suvenir yang akan dibagikan sebagai oleh-oleh (cenderamata) kepada tamu istimewa pada Pagelaran Visit Musi 2008 tersebut, didatangkan dari negeri China. Produsen suvenir lokal yang terus berupaya untuk mempertahankan tradisi dan kekayaan khasanah kerajinan tangan Kota Palembang, terpaksa harus gigit jari. 

Mereka harus membuang jauh angan-angan untuk membanggakan hasil karyanya kepada para wisatawan lokal dan mancanegara yang akan berkunjung ke Palembang dalam agenda wisata itu. Kebijakan impor suvenir dari China dibuat dan hal itu telah mengecewakan para pengrajin suvenir asli Palembang.

Padahal, semula para perajin suvenir Palembang sangat berharap para tamu maupun pengunjung Visit Musi 2008 dapat membawa kenang-kenangan dari daerah asal mereka berkunjung. ”Suvenir itu buah tangan yang dicari pada suatu daerah yang dikunjungi untuk dibawa pulang. Apa yang terjadi jika ada tamu dari negeri lain, katakanlah dari China,yang berkunjung ke Palembang? Apakah yang terjadi nanti? Ternyata suvenir itu malah berasal dari negara mereka.Bukan berasal dari daerah asli Palembang.Apakah itu bukan kebohongan publik,”kata Ketua DPRD KotaPalembang M Yansuri.

Sebagai kota tua, menurut sejarah, Palembang memiliki beragam kesenian dan kerajinan yang unik dan khas. Kelebihan tersebut merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat Kota Palembang.

Namun, keberkahan tersebut pupus sudah, setelah muncul kebijakan impor yang membuat perajin lokal menjadi tamu di rumah sendiri. Nilai impor suvenir mungkin tidak seberapa jika dirupiahkan. Namun, kehilangan peluang bagi perajin lokal tentu tidak akan pernah ternilai. Banyak pendapat yang muncul ketika kebijakan impor suvenir mengemuka, pro dan kontra bermunculan dari masing-masing pihak. 

Sulit menentukan kebenaran dan siapa yang salah,namun yang jelas publik dibohongi, ketika tamu menganggap suvenir itu dibuat dan berasal dari Palembang. Pemilik Galeri dan Museum Mir Senen,Ali Gatmir Senen menuturkan, impor suvenir dari China itu merupakan bentuk kedangkalan wawasan aparatur daerah. Kebijakan impor suvenir dari China merupakan pemborosan. Tentu sangat berbeda, bila pemerintah setempat memberdayakan perajin lokal,maka perajin lokal akan percaya diri dan menjadi lebih berkembang,bahkan maju. 

Palembang memiliki khasanah kerajinan tangan yang beraneka, namun malah tidak dimanfaatkan untuk mendukung agenda Visit Musi 2008.Kebijakan impor suvenir dari China membuat perajin lokal secara otomatis menjadi penonton di negerinya sendiri. ”Janganjangan, nanti ada tarian dan kesenian lain yang akan dipentaskan pada launchingVisit Musi 2008 juga diimpor. Kalau itu benar-benar dilakukan, maka agenda tersebut sama sekali tidak memberi manfaat bagi masyarakat,”ungkapnya.

Otoritas Kota Palembang berkilah, kebijakan impor hanya untuk memotivasi perajin lokal,yang seharusnya mampu membuahkan karya seperti yang diinginkan. Entah untuk motivasi atau menunjukkan ketidakberdayaan dalam membina tenaga lokal untuk menjadi terampil,berkembang,dan maju. 


0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tanggapi tulisan yang anda baca dan gambar yang anda lihat