berli zulkanedi (Maur)

KENDALA UTAMA MUSI III

Dep PU Tawarkan ke Jepang

PALEMBANG (SINDO) – Pembangunan Jembatan Musi III tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, selain terkendala lahan, penyediaan dana juga menjadi kendala utama.

Demikianlah ditegaskan Direktur jalan dan jembatan Wilayah Timur Departemen PU, Khairul Taher, di Palembang, kemarin. Menurut, Khairul, ada dua kendala yang menghambat pembangunan jembatan Musi III, yang pertama penyediaan lokasi, dan dana yang menjadi kendala utama. “Sekarang Departemen juga menggandeng pihak Jepang untuk membangun itu, ini dilakukan untuk percepatan perwujudan jembatan itu,”ujarnya, di Palembang, kemarin.

Investir China, lanjut Khairul, tetap berminat, namun sebagai upaya penyediaan dana, maka siapapun yang berminat dan mampu untuk melakukan itu akan dilibatkan. “China tetap, sekarang kita tawarkan lagi pada Jepang. Nanti siapa yang paling mungkin, yah jalan (bangun),”terangnya.

Penawaran tersebut dilakukan seiring dengan melihat dan menunggu ketersediaan dana dalam APBN. Karena, dalam pembangunan jembatan pendamping jembatan Ampera tersebut membutuhkan dana yang cukup besar. “Saya tidak akan menyebutkan dana, karena kembali dilakukan studi ulang. Nanti pada waktunya akan diumumkan,”katanya menjelaskan.

Bersama dengan Jembatan Musi III, Departemen PU juga memiliki tanggung jawab terhadap dua jembatan lainnya yang telah direncanakan di Indonesia. Salah satunya, jembatan Tayang di Pontianak yang telah dimulai pembangunannya. Diharapkan, meskipun masih terdapat kendala, diharapkan dalam beberapa tahun kedepan jembatan yang menghubungkan Palembang Seberang Ulu dan Ilir tersebut dapat dimulai. “Musi III Ini termasuk dalam 3 proyek jembatan nasional, namun karena kendala itu tadi. Jembatan Tayang (Pontianak) sudah dimulai,”tuturnya.

Kemudian, kendala lain yang masih menghambat dalam pembahasan jembatan Musi III yakni ketersediaan jalan. Terus terjadinya perubahan lokasi, dan belum adanya kepastian lokasi menyebabkan terus terjadinya perubahan study proyek itu. Karena, beda lokasi beda studinya,”katanya.

Pada beberapa lokasi yang disebutkan, masih memerlukan pembahasan di Dep PU. Karena, pada lokasi lama yang perna diajukan, terdapat pemukiman warga. Sementara pada lokasi yang lainnya memerlukan tambahan biaya karena terdapat perubahan bentang jembatan. “Jadi dengan tidak adanya kepastian lokasi, studi juga tidak ada kepastian. Studi itu bukan kita, tetapi dari investor itu,”pungkasnya.

Senada disampaikan, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional III Dirjen Bina Marga, Asep Suarjat, di Palembang kemarin. Menurutnya, penentuan lokasi pasti dan pembebasan lahan yang belum dilakukan, menjadi kendala Musi III. Karena, memerlukan studi yang berulang terhadap setiap calon lokasi yang disebutkan. “Harusnya bebaskan saja, lahannya nanti diterus di pusat. Kalau lahan sudah tersedia, berarti kendala tinggal satu yakni dana,”katanya sambil menyebutkan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pihak Pemda (Pemprov dan Pemkot Palembang). 
(berli zulkanedi)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tanggapi tulisan yang anda baca dan gambar yang anda lihat