Pasokan Daya Pas – Pasan dengan Beban Puncak
PALEMBANG (SINDO) – Ketersediaan pasokan daya listrik masih tetap menjadi masalah dalam wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel). Pasalnya, hampir tidak terjadi selisi atau pas – pasan antara beban pucak sebesar 1.500MW dengan daya yang tersedia 1.600MW.
Sehingga, jika terjadi kerusakan atau tengah dilakukan perbaikan salah satu pembangkit. Maka, krisis listrik yang berujung pada pemadaman akan terjadi dan harus dialami. “Sebetulnya dengan hampir tidak terjadi selisih antara beban puncak dan ketersediaan daya yang terjadi itu tidak aman. Ini sebetulnya harus dipahami oleh semua,”ujar General Manajer (GM) PT PLN Pembangkit Sumbagsel, Prawoko, sebelum menemui Gubernur Prov Sumsel Alex Noerdin di Pemprov Sumsel, kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Prawoko di dampingi Staf Ahli yang juga mantan GM PT PLN Pembangkit Sumbagsel, Mariyun Sanuswi, beserta jajarannya yang lain. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi dan melaporkan kondisi kelistrikan di wilayah Sumsel.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan pemeliharaan secara terus menerus terhadap pembangkit. Selain itu juga mempercepat beberapa kegiatan pemeliharaan yang dijadwalkan tahun 2009 pada tahun 2008 lalu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga dan menimalisir pemadaman listrik pada tahun 2009, yang memiliki dua agenda besar yakni Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden.
“Berhubung ada beberapa perhelatan besar di tahun 2009 ini. Maka beberapa kegiatan Pemeliharaan terutama pada pembangkit besar kami kerjakan pada akhir tahun 2008, dan itu sudah selesai,”terangnya.
Selain mengintensifkan pemeliharaan dan percepatan perbaikan pembangkit besar seperti pengerjaan perbaikan Pembangkit Ombilin, Padang Panjang, Sumbar. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin mempunyai dua unit pembangkit, masing-masing berkapasitas 100 megawatt. Satu pembangkit sedang mengalami pemeliharaan, yang diperkirahkan akan selesai pada akhir maret mendatang. “Itu kita percepat, dengan target akhir maret. Jadi masih belum memasuki Pemilu yah,”tuturnya.
Upaya cadangan yang dipersiapkan adalah menyewa PLTD berkapasitas 2 x 50MW dengan jangka waktu lima tahun. Kemudian ada tambahan dari pasokan listrik swasta yang dibeli di beberapa tempat wilayah Sumbagsel dengan total kapasitas 360 MW. “Ini tersebar, ada yang di Palembang, Jambi dan Lampung. Kita bicara pembangkit dalam satu jaringan yah, tidak bisa hanya satu Provinsi. Karena sistem kelistrikan interkoneksi dengan pembangkit tersebar di wilayah koneksi,”pungkasnya.
Kondisi tersebut akan lebih para lagi, karena seperti diketahui, PLTU Ombilin mengalami masalah dalam memenuhi kebutuhan batubara 2.000 ton/hari. Tersendatnya pasokan batubara Ombilin telah terjadi sejak awal tahun 2008 lalu. Berbagai upaya telah dilakukan PLN, seperti memberikan bunga yang menarik kepada penambang Batubara di Sawalunto dan Muara Bungo Jambi.
Staf Ahli PT PLN Pembangkit Sumbagsel, Mariyun Sanuswi menambahkan, dalam wilayah Pembangkit Sumbagsel terdapat sekitar 600MW yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sehingga akan menjadi masalah besar seperti yang terjadi setiap tahunya saat memasuki puncak musim kemarau. “600MW dari PLTA, tapi jika kemarau turun hingga 50 persen. Sehingga jika salah satu pembangkit perbaikan, bukan lagi tidak aman melainkan kritis. Apalagi pembangkit kita paling besar 100MW,”ujarnya menambahkan.
Padahal, jika PLTA Singkarak Padang Panjang terganggu, maka akan berimbas pada pasokan listrik wilaya Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu dan Palembang. Sesuai dengan iklim, hal tersebut terjadi saat memauki semester kedua setiap tahunnya. Harapan yang ada saat ini hanyalah, mengintensifkan pemeliharaan dan perbaikan, serta percepatan pembangunan pembangkit swasta. Sehingga terdapat tambahan daya yang dapat dimasukkan dalam sistem.
“Intinya, jika memang tidak terjadi gangguan sama sekali. Atau tidak terjadi pemeliharaan dan perbaikan, memang pasokan daya mencukupi. Tetapi faktor alam dan pemeliharaan tidak dapat diabaikan. Upaya hanya sewa tadi dan harap penambahan daya dari swasta segera terealisasi,”katanya sambil menyebutkan untuk wilayah Prov Sumsel saja, beban puncak mencapai 600MW, yang dipenuhi dari pasokan daya interkoneksi Sumbagsel.
Sementara itu sebelumnya, Gubernur Prov Sumsel Alex Noerdin mengatakan, berlarutnya regulasi tenaga listrik di Indonesia mengakibatkan terus terjadinya keterbatasan daya listrik. Karena, beberapa pembangunan pembangkit yang diajukan swasta beberapa tahun lalu tidak disetujui. “Harusnya dilakukan perubahan dalam PLN itu sendiri, beberapa pembangunan pembangkit dengan kapasitas cukup besar tidak disetujui,”ujarnya.
(berli zulkanedi)
berli zulkanedi (Maur)
0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan tanggapi tulisan yang anda baca dan gambar yang anda lihat