PENGURUS Pusat (PP) Muhammadiyah menolak fatwa haram golongan putih (golput)
dalam pemilu dan pilpres mendatang.Muhammadiyah beralasan, memilih merupakan hak
setiap orang.
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan tidak semua tindakan dapat
diukur haram atau tidak, apalagi yang mengandung konsekuensi dosa.”Yang paling
penting saat ini adalah fatwa prioritas, yakni bagaimana meningkatkan daya saing
bangsa dan kemaslahatan umat,” ujarnya pada Milad Muhammadiyah ke-99 di
Universitas Muhammadiyah Palembang kemarin.
Meski demikian, fatwa merupakan kewenangan ulama dalam tanggung jawab
keagamaan.Apalagi adanya permintaan dari masyarakat untuk dikeluarkannya fatwa
itu. Namun,para ulama harus arif dan bijaksana untuk memerhatikan kondisi di
masyarakat. ”Menurut pandangan Muhammadiyah, imbauan memilih dapat dilakukan
dengan pendekatan akhlak dan dakwah,”papar Din. (berli zulkanedi)
berli zulkanedi (Maur)
0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan tanggapi tulisan yang anda baca dan gambar yang anda lihat